Frequently Asked Questions

Everything you need to know

Scaling & Polishing (Pembersihan Karang Gigi)

Pertanyaan & Informasi seputar Scaling & Polishing (Pembersihan Karang Gigi)

1. Kenapa kita harus bersihkan karang gigi secara rutin ke dokter gigi?

Karang gigi harus rutin dibersihkan setiap 6 bulan untuk mencegah terjadinya kelainan pada gusi dan tulang penyangga gigi, seperti pembengkakan pada gusi, bergoyangnya gigi, dan bernanah pada gusi.

Ada pun beberapa gejala yang diakibatkan oleh penumpukan karang gigi sebagai berikut:

  1. Bau mulut
  2. Gigi menjadi keropos
  3. Warna gigi menjadi kuning
  4. Stain pewarnaan pada permukaan gigi
  5. Meningkatkan resiko gigi berlubang

2. Apakah proses pembersihan karang gigi itu sakit?

Proses pembersihkan karang gigi biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Tetapi pada kasus tertentu seperti periodontitis disertai kalkulus yang tebal terkadang proses pembersihan karang gigi bisa menimbulkan rasa ngilu. Tetapi masih dikategorikan yang masih bisa diterima oleh pasien pada umumnya.

3. Kenapa saat proses pembersihan karang gigi bisa terjadi perdarahan?

Pada kasus karang gigi yang sudah tebal sehingga mendorong dan merusak perlekatan gusi ke gigi dan tulang penyangga. Hal ini mengakibatkan kondisi gusi terluka akibat penumpukan, tekanan dan proses infeksi karena karang gigi. Kemudian pada saat karang giginya diangkat dengan skeler ultrasonic maka akan meninggalkan daerah gusi yang sudah terluka dengan kondisi yang terbuka sehingga terjadi perdarahan.

4. Berapa lama proses pembersihan karang gigi?

30 menit sampai 1 jam tergantung keparahan dan kondisi kasus.

5. Apa yang dimaksud dengan polishing pasca perawatan skeling?

Polishing adalah proses pemolesan gigi setelah perawatan skeling dengan menggunakan brush handpiece lowspeed dan pasta phropylaxis untuk memperkuat permukaan email gigi sehingga tidak gampang berlubang.

6. Apakah pada pasien yang hamil boleh dilakukan skeling?

Pada pasien yang sedang hamil hanya diperbolehkan tindakan skeling supra gingiva (diatas permukaan gusi), sehingga tidak terjadi trauma yang berlebihkan.