Frequently Asked Questions

Everything you need to know

Pencabutan Gigi

Pertanyaan & Informasi seputar Pencabutan Gigi.

1. Apakah pada gigi yang sedang sakit boleh dicabut?

Pada gigi yang sedang sakit dibutuhkan premedikasi terlebih dahulu, hal ini bertujuan untuk mengkontrol infeksi pada saat tindakan pencabutan gigi.

2. Apakah pada pasien yang darah tinggi / darah rendah, diabetes, dan penyakit penyerta lainnya boleh melakukan tindakan cabut gigi?

Pada pasien dengan kondisi khusus boleh melakukan tindakan cabut gigi apabila sudah memperoleh medical clearance (persetujuan medis) dari internis maupun dokter umum yang menangani kondisi tersebut.

3. Apakah bahaya dalam 1 tindakan pencabutan memerlukan lebih dari 1 ampul obat anastesi?

Pada kasus tertentu memang membutuhkan lebih dari 1 ampul obat anestesi dengan dosis yang masih aman untuk diterima tubuh pasien.

4. Apa yang harus diperhatikan setelah tindakan pencabutan gigi?

  1. Minum obat sesuai instruksi dari dokter.
  2. Gigit tampon pada daerah bekas cabutan sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh dokter gigi.
  3. Tidak berkumur-kumur secara berlebihan.
  4. Tidak menyikat gigi secara kasar di daerah yang berdekatan dengan bekas cabutan.
  5. Tidak makan makanan yang terlalu pedas, terlalu asem, terlalu pedas 1×24 jam setelah pencabutan gigi.

5. Apakah boleh merokok setelah pencabutan gigi?

Tidak boleh merokok pasca pencabutan gigi minimal sampai daerah bekas pencabutan sudah mulai terjadi penyembuhan.

6. Apakah butuh rontgen gigi pada saat ingin melakukan pencabutan gigi?

Pada kasus tertentu membutuhkan rontgen gigi sebelum pencabutan gigi, contohnya pada kasus impaksi gigi, pencabutan gigi dengan penyulit.

7. Apakah membutuhkan tindakan penjahitan luka saat pencabutan gigi?

Tidak semua kasus membutuhkan suturing (jahit luka), beberapa contoh kasus yang membutuhkan suturing seperti:

  • pencabutan gigi impaksi.
  • pencabutan dengan teknik insisi.
  • pencabutan pada beberapa gigi sekaligus sehingga meninggalkan daerah luka yang luas.